“Komunikasi Efektif Butuh Keterlibatan Head, Heart, dan Hands”
Dalam kesempatan tersebut, Mr. Koronis mengajak para penonton untuk lebih memahami esensi komunikasi yang tidak hanya bertumpu pada penyampaian pesan, tetapi juga memastikan bahwa pesan tersebut diterima dan dipahami oleh komunikan secara utuh. Menurutnya, keberhasilan komunikasi ditentukan oleh kesepahaman antara komunikator dan komunikan, yang akan melahirkan konsensus serta respons yang selaras.
“Komunikasi dikatakan efektif bila pesan yang disampaikan oleh komunikator bisa dipahami dengan baik oleh komunikan. Namun, komunikasi yang gagal akan terjadi ketika tidak ada kesepahaman antara kedua belah pihak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mr. Koronis mengembangkan gagasan komunikasi berbasis pendekatan 3H:
Head,Menjadi fondasi awal dari komunikasi, bagian ini menyangkut pada proses berpikir, konsep, dan narasi yang disusun sebelum pesan disampaikan. “Di kepala itulah ide dirancang. Harus ada konsep yang matang agar pesan tersampaikan dengan jelas,” jelasnya.
Heart ,Merupakan bagian yang membumikan nilai-nilai dan rasa dalam komunikasi. Setelah konsep dipahami secara kognitif, nilai-nilai tersebut harus diinternalisasi dalam hati. “Dari hati akan lahir ketulusan, keteguhan, dan keseriusan dalam menyampaikan pesan,” katanya.
Hands,Menyimbolkan tindakan dan gestur pendukung. Komunikasi verbal menurutnya perlu diperkuat dengan komunikasi non-verbal seperti gerakan tangan, ekspresi, dan aksi nyata. “Gerakan tangan bisa memperkuat makna dari pesan, bahkan memberi keyakinan lebih kepada komunikan,” ujar Mr. Koronis sambil mencontohkan isyarat jempol sebagai simbol afirmatif.
Konsep ini juga dikaitkan dengan taksonomi pembelajaran, yaitu kognitif (pemahaman konsep), afektif (nilai dan sikap), serta psikomotorik (tindakan nyata). Kombinasi ketiganya, lanjut Mr. Koronis, akan menciptakan komunikasi yang utuh dan berdampak.
Dalam penutupnya, Mr. Koronis mengajak seluruh pemirsa untuk terus mengasah kemampuan komunikasi dengan pendekatan yang menyentuh akal, hati, dan tindakan nyata demi membangun relasi yang harmonis dan produktif.
“Jika ketiganya berpadu, komunikasi menjadi paripurna. Di situlah akan terjalin pemahaman yang menyeluruh dan komunikasi yang benar-benar bermakna,” pungkasnya.
Acara ini menjadi bagian dari upaya edukatif kanal Mr. Koronis – Komunikasi Romantis dan Humanis yang terus berkomitmen membagikan ilmu komunikasi yang membumi, humanis, dan relevan bagi kehidupan sehari-hari
Penulis:NitaAstriani

Komentar
Posting Komentar