Kenangan indah bibi maryam
Maryam, yang lahir pada 1 Juli 1973 di Bima, telah meninggalkan keluarganya pada 3 Februari 2010, di Desa Kangga, dalam usia yang masih sangat muda, 37 tahun. Sebagai seorang ibu rumah tangga dan petani, beliau adalah sosok yang penuh kasih sayang dan pengertian. Maryam bukan hanya seorang saudara (bibi), namun juga teman bermain yang selalu ada di kala itu.
Maryam, yang merupakan adik kandung dari bapak saya,beliau sudah di karunia 4 anak dengan pasangnya yaitu bapak Khairil. Ia adalah seorang petani dan ibu rumah tangga yang penuh dedikasi. Kehidupannya mungkin sederhana, namun kasih sayangnya begitu besar .
Bagi saya, kenangan bersama almarhumah sangat berkesan. Di saat orang tua saya sibuk bekerja di ladang, beliau selalu hadir untuk merawat dan bermain bersama saya. Maryam adalah seorang wanita yang luar biasa, yang memberikan perhatian dan cinta tanpa pamrih. Dalam setiap kata dan tindakannya, beliau selalu mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang begitu dalam. Salah satu pesan yang selalu saya ingat adalah, "Jangan pernah bertengkar dengan saudara sendiri yang berlebihan, nasehatilah dia dengan penuh kasih sayang, dan selalu ingat untuk menjadi orang baik, rendah hati kepada sesama."
Maryam adalah pribadi yang suka menolong dan selalu berbagi kebaikan dengan sesama. Beliau mengajarkan saya untuk hidup dengan penuh empati, untuk selalu menjaga hubungan baik dengan orang lain, dan untuk tidak pernah berhenti berbuat baik meski dalam kesulitan. Sosoknya akan selalu hidup dalam setiap kenangan, dalam setiap doa yang kami panjatkan untuknya.
Maryam telah dipanggil oleh Tuhan karena mengidap penyakit bawaan. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT, dan segala amal ibadahnya diterima.
Selamat jalan,Bibi Maryam. Semoga kedamaian selalu menyertaimu di sisi-Nya.
Penulis : Tri Widiyarti

Komentar
Posting Komentar