"Perjalanan Hidup Dita Meitasari"
Perkenalkan,
namaku Dita Meitasari biasa di sapa Dita lahir di Makassar pada 20 Mei 2003.
Sejak kecil aku diasuh oleh kakek dan nenek hingga memasuki SMP aku tinggal bersama keluargaku. Aku mulai
bersekolah pada tahun 2008 di Taman kanak-kanak Bunayyah Makassar dan tamat di
tahun 2009. Aku sangat senang menjadi anak TK sebab di sana aku merasakan awal
pertemanan, mempunyai teman baru, menyanyi, bermain, belajar membaca, belajar
menghitung, dan sebagainya.
Aku masuk Sekolah Dasar (SD) tahun 2009. Ibuku
mendaftarkanku di sekolah yang bisa ku tempuh dengan berjalan kaki. Saat itu,
ada dua sekolah bersebelahan, ibu mendaftarkanku di sekolah yang bertingkat
tapi pendaftarannya telah tutup. Jadinya aku di daftarkan di sebelahnya sekolah
tak bertingkat yaitu Sekolah Dasar Inpres Mangasa 1. Pembelajarannya cukup
mudah karena pendidikan tingkat dasar.
Selama
menjadi murid SD aku telah mengikuti lomba Pramuka dan mengikuti kegiatan gerak
jalan 17 Agustus. Menjadi siswa SD adalah hal yang paling menggembirakan sebab
aku sangat berbaur kepada teman-teman sekelasku, aku berteman kepada perempuan
maupun laki-laki.
Kemudian
pada tahun 2016 aku di terima di sekolah yang ku inginkan, sekolah harapan, dan
sekolah favorit. Aku bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4
Sungguminasa. Menurutku tingkat pembelajarannya cukup sulit, peraturannya
sangat ketat, dan pertemananku tak seindah aku SD.
Aku
cukup pemilih dalam berteman, aku menghindari pertemanan yang berdampak buruk
untukku, dan aku hanya lebih leluasa berteman sesama perempuan. Aku sempat
mengikuti organisasi pramuka dan mengikuti beberapa lomba tapi tak berlangsung
lama karena latihannya lebih ekstra.
Pada
tahun 2018 aku senang karena di terima di sekolah terbaik kabupaten Gowa, yaitu
Sekolah Menengah Akhir Negeri (SMAN) 1 Gowa. Tempatnya murid-murid cerdas dan
berprestasi. Aku bangga bisa menjadi bagian dari murid cerdas. Menjadi salah
satu murid SMAN 1 GOWA aku memilih jurusan IPS karena aku senang belajar
sejarah, mempelajari sejarah menjadi
tahu keadaan, kisah, dan cerita yang
terjadi pada masa lampau.
Aku pernah mengikuti ekstrakurikuler basket
selama dua tahun beserta lombanya. Kunci menjadi pemain basket adalah percaya
diri, karena jika percaya diri akan mendatangkan kemenangan. Hingga pada tahun
2019 akhir, terjadi Pandemi Corona Virus Disease(COVID) 19 di Indonesia yang
membuatku libur dua minggu dan berlanjut memulai pembelajaran online dengan
menggunakan aplikasi Zoom, mengerjakan tugas yang dikumpulkan melalui online
bahkan melakukan ujian online dan lulus pada tahun 2021. Kami tak mengadakan
pesta kelulusan dikarenakan masih covid-19.
Hingga waktu berlalu, pada tahun
2022 aku mendaftar kuliah dan melakukan ujian tes. Karena aku suka membaca dan
menulis maka aku memilih jurusan Jurnalistik dari Universitas Islam Negeri
(UIN) Alauddin Makassar dan jurusan Sastra Indonesia dari Universitas Negeri
Makassar(UNM). Aku berharap bisa di terima dari salah satu jurusan tersebut.
Kabar baik mendatangiku, Aku di terima menjadi Mahasiswa UIN berjurusan
Jurnalistik. Dan sekarang aku telah memasuki semester lima dalam menempuh
pendidikan tinggi yang semoga lulus dan menyandang gelar sarjana.
Komentar
Posting Komentar