Hati yang mulia, tangan yang peduli : Dr. Udin Shaputra Malik, Inspirasi bagi Generasi Muda
sumber foto : https://www.bisnissulawesi.com/dr-udin-malik-agar-bisa-membantu-banyak-orang-penting-ada-di-tataran-pengambil-kebijakan/
Di tengah kehidiupan masyarakat
Kota Makassar, ada seorang tokoh yang selalu hadir untuk masyarakatnya, baik di
masa krisis maupun di saat biasa. Nama Dr. Udin Shaputra Malik sudah tak asing
lagi bagi banyak orang di kota ini. Tidak hanya dikenal sebagai seorang dokter
yang berpengalaman, ia juga merupakan seorang politisi yang menjabat sebagai
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar. Sosoknya yang
penuh dedikasi dalam melayani rakyat, baik di bidang kesehatan maupun politik,
membuatnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang
ingin mengabdi kepada masyarakat.
Lahir di Mamasa pada 17 Juli
1989, Dr. Udin adalah anak bungsu dari enam bersaudara yang dilahirkan oleh
pasangan H. Abdul Malik Hamid dan almarhumah Hj. Hasnaty Nur. Dari kecil, Dr.
Udin sudah dikenal sebagai sosok yang tekun dan penuh semangat dalam belajar.
Pendidikan dasar ditempuhnya di SDN Mangkura II Makassar, lalu dilanjutkan di
SMP dan SMA dalam program akselerasi, yang mempersingkat waktu belajarnya.
Kecerdasannya tak hanya tercermin dari prestasinya di sekolah, tetapi juga
dalam caranya memahami kehidupan.
Setelah lulus dari SMA, Dr.
Udin melanjutkan pendidikan kedokteran di Universitas Hasanuddin (UNHAS),
Makassar. Keuletan dan tekadnya mengantarkan dia menyelesaikan Pendidikan
Profesi Kedokteran dengan gelar summa cum laude pada tahun 2013, meraih IPK sempurna
4.00, dan menjadi wisudawan terbaik. Gelar ini tak hanya menunjukkan kecerdasan
akademisnya, tetapi juga dedikasi dan kerja keras yang ia tunjukkan sepanjang
masa pendidikannya. Dr. Udin memandang prestasi akademisnya sebagai bentuk rasa
syukur dan tanggung jawab yang harus ia jaga dalam menjalani perannya sebagai
seorang profesional di bidang kesehatan. Salah satu pengalaman yang sangat
berarti bagi Udin adalah mengikuti program pertukaran pelajar AFS ke Jepang
selama satu tahun, yang memperluas pandangannya tentang dunia dan meningkatkan
keterampilan interpersonalnya.
Dr. Udin memilih untuk
menjadi dokter dengan harapan dapat memberikan kontribusi nyata bagi
keluarganya. Ketika pulang dari Jepang, ayahnya memberinya dua opsi:
melanjutkan studi di luar negeri atau belajar di dalam negeri sebagai dokter.
Dengan tekad untuk menjadi satu-satunya dokter dalam keluarganya, Udin merasa
bahwa karir ini akan membantunya merawat orang-orang terkasih saat mereka
sakit.
Kehidupan Dr. Udin Shaputra
Malik penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, termasuk salah satu episode
paling berat ketika ayahnya menderita stroke. Saat itu, Dr. Udin sudah bekerja
di Kementerian Kesehatan di Jakarta. Karirnya di sana mulai berkembang, bahkan
ia ditawari kenaikan jabatan oleh atasannya, yang melihat potensi dan dedikasi
yang ia tunjukkan. Namun, di tengah perjalanan kariernya yang sedang menanjak,
Dr. Udin menerima kabar bahwa ayahnya terkena serangan stroke.
Kabar ini menjadi pukulan
berat bagi Dr. Udin. Di satu sisi, ia merasa bertanggung jawab untuk berada di
samping ayahnya dan merawatnya; namun di sisi lain, ia juga memiliki tanggung
jawab profesional dan kesempatan untuk mengembangkan karirnya lebih jauh di ibu
kota. Setelah melalui banyak pertimbangan, ia memilih untuk meninggalkan
Jakarta dan pulang ke Makassar demi berada di samping ayahnya, meskipun pada
saat itu ia belum tahu pekerjaan apa yang akan ia lakukan di Makassar. Ia
pulang tanpa kepastian tentang bagaimana kariernya akan berlanjut, dan memilih
untuk mengikhlaskan jalan yang ia tempuh.
Selama masa-masa ini, Dr.
Udin sering berkonsultasi dengan kakaknya tentang langkah apa yang sebaiknya
diambil. Kakaknya memberikan dukungan penuh, dan bahkan memberinya kesempatan
untuk bekerja di usahanya. Dr. Udin pun menerima tawaran tersebut dan melakukan
apa pun yang bisa ia lakukan untuk membantu kakaknya sambil merawat ayahnya.
Prinsip hidup Dr. Udin adalah
landasan penting yang membuatnya selalu bersikap teguh dalam menghadapi
berbagai tantangan hidup. Ia percaya bahwa apa yang terjadi dalam hidup adalah
takdir yang sudah ditentukan oleh Allah. “Jika sesuatu ditakdirkan untuk kita,
insyaallah kita akan mendapatkannya. Namun, jika tidak, sekuat apa pun kita
mengejarnya, hal itu pasti tidak akan menjadi milik kita,” ujarnya. “Kadang,
apa yang kita inginkan tidak diberikan oleh Allah karena di balik itu mungkin
ada bahaya, dan Allah sedang melindungi kita dari hal tersebut.”
Keyakinan ini mengajarkan Dr.
Udin untuk selalu menerima setiap situasi dengan ikhlas, bahkan ketika harus
menghadapi situasi yang sulit atau penuh tantangan. Prinsip hidupnya ini tak
hanya membantunya sebagai individu, tetapi juga menjadi kekuatan yang ia
tularkan kepada banyak orang di sekitarnya. Dalam setiap langkah, Dr. Udin
berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat, terlepas dari apakah
hasilnya sesuai dengan harapannya atau tidak.
Kecintaan Dr. Udin pada dunia
relawan kemanusiaan sudah terlihat sejak ia masih menjadi mahasiswa. Pada tahun
2009, ia mulai aktif sebagai relawan di berbagai bencana alam yang melanda
Indonesia. Pengalamannya di gempa Padang dan kebakaran hutan di Riau memberikan
kesan yang mendalam. Namun, pengalaman paling berkesan bagi Dr. Udin adalah
ketika ia terjun langsung dalam penanganan gempa di Palu. Di sana, ia membantu
persalinan seorang ibu yang melahirkan anak kembar dalam kondisi darurat.
Pengalaman tersebut menjadi sorotan, hingga ia diundang menjadi narasumber di
acara Mata Najwa, berbagi kisah
mengenai pengabdiannya yang luar biasa.
Tak hanya itu, Dr. Udin juga
berperan aktif dalam menangani pandemi COVID-19 sebagai bagian dari Satgas
Penanganan COVID-19 di Kota Makassar. Sebagai anggota tim, ia terlibat dalam
pelaksanaan program Makassar Recover,
sebuah inisiatif yang bertujuan memitigasi dampak pandemi bagi warga kota.
Berkat dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan The Most Dedicated Volunteer oleh program pertukaran pelajar America Field Study (AFS) pada tahun
2021. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas komitmennya yang tak pernah
surut, bahkan di saat banyak orang harus mengorbankan kepentingan pribadi demi
membantu sesama.
Sebagai seorang dokter, Dr.
Udin sering kali menyaksikan secara langsung bagaimana kebijakan pemerintah
berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Inilah yang mendorongnya untuk
terjun ke dunia politik. Menjadi politisi adalah langkah yang tidak mudah,
tetapi ia percaya bahwa melalui perannya di DPRD Kota Makassar, ia dapat
berkontribusi lebih besar bagi masyarakat. "Saya tertarik menjadi anggota
DPR karena saya ingin belajar mengenai kebijakan-kebijakan dan tahapan karir di
dunia politik,” ujarnya. Menurut Dr. Udin, kebijakan yang diputuskan oleh para
pemimpin sering kali memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat, meskipun
terlihat hanya sebagai hasil dari sekadar pertemuan rapat.
Dr. Udin adalah sosok yang
sangat mencintai keluarga dan selalu berusaha menyeimbangkan antara tanggung
jawab profesional dan kehidupan pribadinya. Menikah dengan putri dari Wali Kota
Makassar, Danny Pomanto, Dr. Udin mendapatkan dukungan kuat dari keluarga,
terutama dalam menghadapi dunia politik dan publik. Momen paling membahagiakan
dalam hidupnya adalah saat ia dan istrinya dikaruniai seorang anak laki-laki,
yang menjadi jawaban atas doa-doa mereka dan harapan ayah mertuanya, Danny
Pomanto.
Di balik kesibukannya yang
penuh, dr udin ternyata memiliki hobi yang sederhana namun bermakna, yaitu
memasak dan menonton film. Kedua hobi ini memberinya ruang untuk bersantai dan
menikmati waktu bersama keluarga, walaupun jadwalnya padat. Ia selalu berusaha
menyeimbangkan waktu, sehingga kapan pun ada kesempatan, ia sempatkan untuk
memasak hidangan favorit keluarganya atau menonton film bersama mereka di
rumah.
Sebagai anggota DPRD, Dr.
Udin merasa memiliki tanggung jawab yang besar dalam memastikan bahwa kebijakan
yang diambil berpihak kepada kepentingan rakyat. Bagi Dr. Udin, peran seorang
politisi bukan sekadar memberikan suara atau mengikuti arus, melainkan memahami
kebutuhan masyarakat dan memperjuangkan hak-hak mereka dalam setiap kesempatan.
Ia belajar banyak dari masyarakat tentang kehidupan sehari-hari dan berusaha
memaksimalkan perannya untuk mewujudkan perubahan yang bermanfaat bagi semua
lapisan masyarakat. Menurutnya, “Melalui posisi ini, saya belajar dari
masyarakat tentang kehidupan mereka yang sangat terpengaruh oleh
kebijakan-kebijakan yang dibahas di tingkat pemerintahan. Kebijakan yang tampak
hanya sekadar rapat sebenarnya berdampak seumur hidup bagi masyarakat.”
Sebagai seorang politisi
muda, Dr. Udin juga memiliki harapan besar bagi generasi muda yang tertarik di
dunia politik. Ia percaya bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk membawa
perubahan, asalkan memiliki pemahaman yang cukup tentang dunia politik dan
kebijakan publik. "Belajar politik mulai dari minat yang dimiliki,
pelajari kebijakan-kebijakannya, dan pahami konstelasi politiknya,"
pesannya. Dr. Udin menyarankan agar generasi muda mencari sosok yang bisa
dijadikan mentor dalam dunia politik, seseorang yang bisa diajak berguru dan
dekat secara demografi atau kesukaan.
Politik, menurut Dr. Udin,
tidak hanya dipelajari melalui media, tetapi juga melalui interaksi langsung.
"Cari sosok yang paling bisa dijangkau, yang paling dekat umurnya, paling
dekat demografinya, kesukuannya, minatnya, aksesnya," tambahnya. Ia
menekankan pentingnya diskusi tatap muka sebagai cara untuk memahami lebih
dalam tentang politik dan kebijakan. Hal ini karena politik tidak hanya tentang
teori atau apa yang dibaca di media, tetapi juga tentang bagaimana berinteraksi
langsung dengan orang-orang yang ada di lapangan, mendengar suara mereka, dan
memahami tantangan yang mereka hadapi setiap hari.
Dr. Udin Shaputra Malik
adalah contoh nyata seorang pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat dan
memiliki hati yang tulus dalam melayani. Sebagai dokter, ia telah memberikan
banyak kontribusi dalam bidang kesehatan dan kemanusiaan. Sebagai politisi, ia
terus berusaha memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil berpihak pada
rakyat. Di balik semua itu, prinsip hidup dan keikhlasannya dalam menerima
setiap keputusan yang diambil Allah menjadi landasan kuat dalam setiap
tindakannya.
Bagi masyarakat Makassar,
sosok Dr. Udin tidak hanya sekadar anggota DPRD atau seorang dokter, tetapi
juga seorang sahabat, guru, dan pemimpin yang peduli. Melalui dedikasi dan
kerja kerasnya, Dr. Udin telah memberikan contoh bagi generasi muda tentang pentingnya
memiliki visi dan misi dalam hidup. Tidak hanya mengejar cita-cita pribadi,
tetapi juga bagaimana setiap langkah yang diambil dapat memberi manfaat bagi
orang lain.
Ditulis oleh: Sity Asriyanti
Utami | Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar


Komentar
Posting Komentar