DeddyAbrar Hamsir, Legislator Muda Kabupaten Enrekang dengan Semangat Mengabdi pada Rakyat



 Enrekang, Sulawesi Selatan – Deddy Abrar Hamsir, atau yang lebih akrab disapa Abrar, adalah seorang tokoh muda yang berhasil meraih kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Enrekang pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Berasal dari keluarga pendidik dan petani di Enrekang, Sulawesi Selatan, Abrar lahir pada 14April 1991 di Tagalar, dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan. Sebagai anak kedua dari lima bersaudara, perjalanan pendidikan dan pengalaman hidup Abrar penuh dengan dinamika dan perpindahan tempat belajar, yang semakin mengasah wawasannya. Abrar memulai pendidikannya di SD134 Baraka, sebelum keluarganya pindah keKalimbua, di mana ia melanjutkan sekolah dasar. Setelah menamatkan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikannya di sebuah pesantren di Makassar selama enam tahun. Latar belakang pendidikan agama yang kuat, dibalut dengan nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh orang tuanya, menjadi fondasi utama bagi karakter dan pemikiran Abrar. Usai lulus dari pesantren, Abrar melanjutkan studinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, di mana ia mengambil jurusan Teknik Informatika. Di kampus ini, Abrar menunjukkan bakatnya dalam kepemimpinan dengan menjabat sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknologi pada tahun 2014. Perjalanan akademis Abrar yang beragam, mulai dari Enrekang hingga Makassar, bahkan Gowa, menjadi bagian dari pembentukan karakter dan semangat belajarnya. Kehidupan keluarga yang dipenuhi semangat mengabdi pada pendidikan menjadi sumberinspirasi besar bagi Abrar. Kedua orang tuanya, yang juga dikenal sebagai pendidik di masyarakat, telah menanamkan nilai-nilai mendalam tentang pentingnya pendidikan. Meskipun kesehariannya dihabiskan sebagai petani, kedua orang tua Abrar selalu memberikan dukungan penuh dalam perjalanan pendidikannya. Dari sanalah muncul tekad kuat dalam diri Abrar untuk melanjutkan semangat mendidik yang diwariskan keluarganya. Pada usia 28 tahun,Abrar memutuskan untuk maju di panggung politik. Maju melalui Partai NasDem di Daerah Pemilihan (Dapil) EnrekangDua, yang meliputi Kecamatan Anggeraja, Baraka, Malua, Buntu Batu, dan Bungin, Abrar berhasil memperoleh 1.688 suara dari total suara Partai NasDem sebanyak 9.987 suara di Dapil tersebut.Jumlah ini cukup untuk mengantarkannya sebagai salah satu legislator termuda di DPRD Kabupaten Enrekang. Abrar menyebut keberhasilannya ini tidak terlepas dari kerja keras dan militansi seluruh tim kampanye. Selama masa pencalonan, ia aktif bergerilya menemui masyarakat untuk berdiskusi dan mendengar berbagai permasalahan serta keinginan mereka. "Paling berkesan karena bisa 22 jam stay bergerak dari terbit matahari sampai akan terbit kembali. Di sana kita mendengar semua permasalahan dan keinginan masyarakat di berbagai golongan, " ujarAbrar Dalam menjalankan perannya sebagai anggota DPRD, Abrar menyatakan tidak ingin membatasi fokus kerjanya hanya pada satu bidang saja. Ia menyadari bahwa permasalahan yang dihadapi masyarakat begitu kompleks dan beragam, mulai dari isu pertanian, peternakan, perkebunan, pendidikan, hingga infrastruktur. Baginya, menjadi seorang legislator adalah tentang memiliki empati yang luas dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. "Bismillah, semua punya cara dalam menyikapi masalah-masalah yang akan kita solusikan nantinya, " tegasnya. Tak hanya di panggung politik, kiprah Abrar juga tercatat dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris IPM PDAG Darul Arqam pada tahun 2008-2009, Wakil Ketua HMJ Teknik Informatika di UIN Alauddin Makassar pada 2012-2013, serta Ketua HMJ Teknik Informatika pada periode 2013-2014. Selain itu, ia juga mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Informatika UIN(FKMTIF) pada tahun 2013, dan menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar pada tahun 2014-2015. Abrar juga mendirikan Komunitas DAMAI EOUIN Alauddin Makassar pada 2015 dan menjadi Ketua DPD Pospera Sulawesi Selatan periode 2016-2019.Dalam menjalankan perannya sebagai anggota DPRD, Abrar menyatakan tidak ingin membatasi fokus kerjanya hanya pada satu bidang saja. Ia menyadari bahwa permasalahan yang dihadapi masyarakat begitu kompleks dan beragam, mulai dari isu pertanian, peternakan, perkebunan, pendidikan, hingga infrastruktur. Baginya, menjadi seorang legislator adalah tentang memiliki empati yang luas dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. "Bismillah, semua punya cara dalam menyikapi masalah-masalah yang akan kita solusikan nantinya, " tegasnya. Tak hanya di panggung politik, kiprah Abrar juga tercatat dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris IPM PDAG Darul Arqam pada tahun 2008-2009, Wakil Ketua HMJ Teknik Informatika di UIN Alauddin Makassar pada 2012-2013, serta Ketua HMJ Teknik Informatika pada periode 2013-2014. Selain itu, ia juga mendirikan Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Informatika UIN(FKMTIF) pada tahun 2013, dan menjabat sebagai Ketua BEM Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar pada tahun 2014-2015. Abrar juga mendirikan Komunitas DAMAI EOUIN Alauddin Makassar pada 2015 dan menjadi Ketua DPD Pospera Sulawesi Selatan periode 2016-2019.Kini, sebagai Ketua DPDPospera Sulawesi Selatan, Abrar telah menjadikan perannya lebih dari sekadar seorang politisi. Ia bertekad untuk terus mengabdi dan berkontribusi positif dalam pembangunan di Kabupaten Enrekang. Di tengah banyaknya tantangan, ia optimistis mampu membawa perubahan bagi daerahnya. Dengan semangat yang diwariskan oleh keluarganya, Abrar berharap bisa terus melanjutkan semangat mendidik yang tertanam dalam dirinya dan menjadi inspirasi bagi generasi muda di kampung halamannya.

Penulis : Siti zasqiya awlia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Guru Komunikator Terbaik, Mr. Koronis Ajak Apresiasi Peran Guru di Hari Guru Nasional

Komunikasi Penuh Kasih Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail: Teladan Nilai Kemanusiaan dalam Al-Quran

Komunikasi Ketahanan Keluarga Kronis