Biografi Nurjayati Junnu (Kepala Sekolah SDN INP 145 Bungung-Bungung)
Nama beliau adalah Nurjayati Junnu, lahir pada tanggal 11 Januari 1974 di sebuah desa kecil bernama Bontosunggu di kabupaten Jeneponto. Sejak kecil, beliau memiliki ketekunan dan kecintaan besar terhadap dunia pendidikan. Lingkungan desa yang sederhana dan hangat membuat beliau belajar banyak tentang nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, nilai-nilai yang kelak menjadi dasar bagi perjalanan panjangnya sebagai seorang pendidik.
Setelah menyelesaikan pendidikan di STAI Yapnas Jeneponto, beliau memulai karier sebagai guru di SD Inpres 145 Bungung-Bungung, tempat yang nantinya menjadi rumah kedua baginya selama puluhan tahun. Sebagai guru, beliau tidak hanya bertanggung jawab untuk mengajar, tetapi juga membimbing, mendidik, dan menginspirasi setiap muridnya. Saya pribadi beruntung menjadi salah satu murid yang pernah diajar oleh beliau di sekolah ini. Sejak hari pertama di kelas, saya dan teman-teman merasa terkesan dengan cara beliau mengajar. Beliau selalu berusaha menjelaskan materi dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti, tanpa menekan atau membuat kami merasa takut. Kami dapat merasakan kasih sayang dalam setiap cara beliau mendidik, seolah-olah kami adalah anak-anak beliau sendiri.
Hal yang sangat berkesan dari sosok Ibu Nurjayati adalah sikapnya yang tidak pernah membeda-bedakan murid. Baginya, setiap anak berhak mendapatkan perhatian yang sama, tak peduli latar belakang, kemampuan, atau kepribadian mereka. Inilah yang membuat beliau sangat dihormati oleh murid-murid dan dihargai oleh orang tua serta masyarakat sekitar. Baik di dalam maupun di luar sekolah, beliau selalu menjadi sosok yang penuh perhatian dan kebaikan, selalu siap mendengarkan dan membantu dengan tulus.
Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai guru yang penuh dedikasi, beliau akhirnya mendapat kesempatan untuk menempuh perjalanan karier baru sebagai kepala sekolah di SD 08 Karampang Pa'ja. Tanggung jawab baru ini diterima dengan rasa syukur dan semangat tinggi. Sebagai kepala sekolah, Ibu Nurjayati berusaha membawa perubahan positif dengan mengedepankan pendekatan yang sama seperti ketika mengajar: perhatian, kesetaraan, dan kerja keras. Di bawah kepemimpinannya, SD 08 Karampang Pa'ja mengalami banyak kemajuan, terutama dalam upaya menciptakan suasana belajar yang mendukung bagi seluruh siswa.
Namun, takdir kemudian membawanya kembali ke SD Inpres 145 Bungung-Bungung, sekolah yang telah menjadi bagian dari hidupnya. Kali ini, beliau kembali bukan sebagai guru tetapi sebagai kepala sekolah. Dengan posisi baru ini, beliau merasa lebih termotivasi untuk memajukan sekolah ini dan memberikan dampak yang lebih luas lagi bagi para murid, rekan-rekan guru, dan lingkungan sekitar. Ia berkomitmen penuh untuk membawa sekolah ini menjadi lebih baik dan terus menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan inklusif.
Selain perannya sebagai seorang pendidik, Ibu Nurjayati juga adalah seorang ibu yang luar biasa. Beliau dikaruniai tiga anak: satu putri dan dua putra. Anak perempuannya yang mengikuti jejak beliau sebagai seorang guru setelah menamatkan studinya di Universitas Muhammadiyah Makassar. Melihat putrinya memilih jalan yang sama, Ibu Nurjayati merasa sangat bangga dan bersyukur, seolah perjuangannya dalam dunia pendidikan telah diwariskan kepada generasi berikutnya. Sementara itu, putra pertamanya kini bekerja di bidang pelayaran, sedangkan putra bungsunya baru saja lulus dari SMA dan sedang menapaki perjalanan hidupnya sendiri. Ketiga anaknya adalah kebanggaan terbesar beliau, dan mereka tumbuh dengan inspirasi dari sosok ibu yang penuh kasih dan keteladanan.
Kisah hidup Ibu Nurjayati Junnu adalah bukti nyata bahwa dedikasi, ketulusan, dan kerja keras dalam mengajar dapat memberikan dampak yang mendalam bagi banyak orang. Bagi beliau, pendidikan bukan sekadar profesi, melainkan panggilan jiwa. Hingga saat ini, Ibu Nurjayati terus berjuang dan berdedikasi demi masa depan anak-anak didiknya. Keyakinannya sederhana namun kuat: pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Selama Tuhan memberinya kekuatan, beliau akan terus berada di jalur ini, berusaha menginspirasi dan membentuk generasi muda yang memiliki kualitas dan semangat untuk masa depan.

Komentar
Posting Komentar